Mengasah, mempertajam dan mengeksekusi naluri menjual di Universitas Penjualan

Oleh Mindiarto Djugorahardjo (pernah dimuat di majalah Marketing)

Sudah Jadi Eksekutif Puncak masih Belajar sih ?

Dijaman persaingan yang Setengah ”Edan” ini menuntut para pimpinan jajaran penjualan ataupun pimpinan puncak suatu perusahaan masih saja mempunyai semboyan ”Tiada hari tanpa belajar”, walaupun secara umum pengetahuan yang sangat spesifik & specialis sudah teruji begitu juga manajemen operasional perusahaan secara umumpun pastilah sudah mendukung dan relatif memadai, sehingga mampu menduduki posisi kunci diperusahaanya, pertanyaan selanjutnya adalah apalagi yang mereka perlukan lagi ?????

Memang agak sulit untuk dipahami bagi sebagian yang masih berpola pikir konservatif bahwa belajar di usia yang ”Sepuh” merupakan pemborosan uang dan menghambur-hamburkan kenikmatan masa kebahagiaan, sebab merekapun memberikan contoh atas uskses dirinya sendiri tanpa belajar maupun berpendidikan cukup dapat sukses, tapi perlu disadarai kesuksesan mereka itu karena faktor jaman berbeda serta mempunyai Instuisi bisnis yang sejati yang saat ini disebut memiliki jiwa kewirausahaan.

Dunia Pendidikan Penjualan sudah Berubah

Dengan situasi setengah ”Edan” tadi banyak perubahan terjadi secara drastis terutama perspektif dunia kampuspun sudah bergeser, tidak saja hanya mengandalkan teori namun ilmu yang bersifat aplikatifpun sudah menjadi kurikulum formal, Hal ini bisa kita lihat seperti Universitas Petra Surabaya program S-1 telah memiliki fakultas Marketing dengan lima bidang konsentrasi antara lain : Marketing Research, Product Development, Advertising Agency, Brand Development dan ”Selling & Distribution” yang ke-semuanya dipandu oleh para praktisi maupun konsultan dibidangnya masing-masing, program ini. Belum lagi kampus universitas Ciputra (S2) yang ingin mencetak para wirausaha, belum lagi Universitas Bina Nusantara (Binus-S2) dengan berbagai program kewirausahaanya untuk menunjang para profesional yang sudah berkarya didunia praktis.

Jika kita melihat perkembangan tersebut dunia pendidikan sudah semakin peka dan sadar akan pentingnya Ilmu pengetahuan tidak hanya bersifat teoritis namun yang aplikatif perlu dikedepankan dan mendapatkan porsi seimbang dengan dunia nyata. Akibat hal ini maka kurikulumpun selain mendapatkan pemahaman tentang manajemen penjualan umum, manajemen wilayah & manajemen waktu, manjemen penjualan, manajemen pelanggan, hingga mendapatkan keterampilan baik yang bersifat Softskill - Intrapersonal skill maupun Hardskill – Interpersonal skill.

Bagaimana dengan Universitas Nyata di-jajaran penjualan ?

Universitas nyata dunia penjualan praktis tidak lain dan tidak bukan adalah dimana kita BEKERJA, BERKARYA dan mencari NAFKAH disuatu institusi / perusahaan. Sudahkan Perusahaan kita Memberikan dorongan yang merata terhadap para Jajaran penjualnya untuk mendapatkan Training yang memadai ? Sudahkan Perusahaan kita menciptakan Budaya Belajar terhadap segenak karyawannya ? Sudahkan Perusahaan kita membuat anggaran biaya training / pelatihan bagi jajaran penjualnya secara komprehensif dan terstruktur ? Sudahkah perusahaan kita menentukan jumlah jam / tahun untuk pelatihan bagi para jajaran penjualannya ? Sudahkan Para pimpinan penjualan ( Sales Coordinator, Sales Supervisor, Sales Manager, General Sales / Marketing Manager, Sales & Marketing Director) mempunyai MindSet bahwa “Selling is a Process” dan sales people is Assets ? Kalau jawabannya sudah semua berarti Perusahaan tersebut sudah dalam track yang tepat tinggal konsistensi serta kesinambungannya saja perlu dipertahankan, Namun kalau jawabannya Belum sama sekali ataupun baru sebagian maka perlunya himbauan “Kembalilah Ke-jalan yang Benar” dunia Persaingan sudah tidak bersahabat lagi!!! Selamat Merenungkan disaat Natal dan tahun Baru 2007 ini yang masih tersisa harapan dan kenyataan!!!!!!